Tanggapan pastoral dari kepemimpinan Konferensi Mennonite Franconia mengenai DACA

Kita semua adalah pemimpi. Lusinan anak muda (pria dan wanita ) dari gereja gereja Franconia Conference yang dibawa ke negara ini pada saat usia sangat muda, merasakan ketakutan dan rasa frustasi dari diberhentikannya program DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals ) minggu ini. Hukum yang ada di tanah ini didasari dari kebijakan Kristus di dalam iman kita sebagai komunitas. Kita terus mendengar dan meresponi apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam – sesungguhnya segala sesuatu yang engkau lakukan untuk salah seorang yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku’.

Kami berkomitmen untuk terus menjadi komunitas yang mendukung, dengan kasih dan solidaritas terhadap mereka yang paling lemah diantara kita sehingga kita bisa menggenapi apa yang dikatakan Firman Tuhan untuk menyambut pengungsi,orang asing dan imigrant. Kita akan bekerja dan berharap akan hari dimana keadilan akan datang seperti hujan dan kebenaran akan mengalir seperti arus air.

Sementara ini, kami berkomitmen dengan kekuatan Roh Kudus, untuk memberikan perhatian, mendampingi dan bekerjasama sebagai orang orang yang mencari dan menjalankan perdamaian. Kami mengundang semua gereja gereja untuk berdoa di saat saat ini sebagaimana kita mencari perdamaian di tanah ini dimana semua anak Tuhan bisa hidup sesuai mimpi mereka dalam kemakmuran, kebebasan dan keadilan.

Hiduplah dengan adil. Sayang sayang Berjalanlah dengan rendah hati dengan Tuhan.

John Goshow, Conference Moderator
Stephen Kriss, Executive Minister
Marta Castillo, LEADership Minister
Mike Clemmer, LEADership Minister
Barbie Fischer, Communication Manager
Randy Heacock, LEADership Minister
Conrad Martin, Director of Finance
Mary Nitzsche, Associate Executive Minister
Wayne Nitzsche, Interim LEADership Minister
Noel Santiago, LEADership Minister Aldo Siahaan, LEADership Minister
Emily Ralph Servant, LEADership Minister
John Stoltzfus, Conference Youth Pastor